Skip to content
Blog

Kami sering salah nebak fitur mana yang penting

3 September 2026

Ada pola yang kelihatannya berlaku di hampir semua produk: fitur yang paling lama dibangun jarang jadi fitur yang paling sering dipakai, dan hal kecil yang dibikin dalam satu sore sering jadi yang dibuka tiap hari.

Kami pengin nulis tulisan yang bilang "di Wizzy pun begitu, ini datanya". Tapi kami nggak bisa, dan alasannya justru bagian yang paling layak diceritakan.

Kami belum ngukur

Sampai baru-baru ini, satu-satunya hal yang kami hitung adalah tiga angka di halaman depan: berapa yang berkunjung, berapa yang mulai daftar, berapa yang jadi daftar.

Di dalam aplikasi, nggak ada penghitung pemakaian per fitur. Jadi kalau ada yang nanya "fitur mana yang paling sering dibuka?", jawaban jujurnya: kami nggak tahu. Kami punya firasat, dan firasat itu dibentuk oleh siapa yang kebetulan paling sering ngobrol sama kami — yang bukan sampel yang bisa dipercaya.

Kenapa nggak diukur dari awal? Sebagian karena kami sengaja hati-hati soal apa yang dikumpulkan dari pengguna. Sebagian lagi karena, jujur aja, ngukur itu selalu kalah prioritas dibanding bikin fitur berikutnya. Yang kedua bukan alasan yang bagus, cuma alasan yang jujur.

Apa yang kami pakai buat mutusin, kalau bukan data

Tiga hal, semuanya cacat dengan caranya masing-masing:

1. Kami pakai sendiri. Cara paling jujur dari yang tiga ini, tapi bias — kami bukan pengguna biasa, dan kami tahu semua jalan pintasnya.

2. Apa yang orang minta. Masalahnya, orang yang mau repot-repot ngirim permintaan itu kelompok kecil yang nggak mewakili. Dan permintaan biasanya berbentuk solusi, bukan masalah — "tolong tambahin tombol X" padahal yang dia butuh mungkin bukan tombol.

3. Apa yang bikin kami penasaran. Yang ini yang paling sering bikin salah. Bikin barang yang menarik buat dikerjakan itu menyenangkan, dan menyenangkan gampang banget disalahartikan sebagai penting.

Contoh yang bisa kami ceritakan

Yang bisa kami bilang tanpa mengarang angka: bagian-bagian Wizzy yang paling sering muncul dalam obrolan dengan pengguna hampir selalu yang paling sederhana. Alat pembanding teks. Pembuat QR. Timer.

Sementara fitur yang paling banyak makan waktu bikin — mesin otomasi, dengan pemicunya, kanvasnya, dan seluruh bagian yang jalan di latar belakang — jauh lebih jarang disebut.

Itu bukan berarti otomasinya salah dibangun. Fitur yang dipakai sedikit orang tapi dipakai serius bisa jadi tetap layak. Yang salah adalah kalau kami mengira jumlah usaha yang kami keluarkan itu ada hubungannya dengan seberapa berguna hasilnya buat orang lain. Nggak ada.

Yang lagi kami perbaiki

Blog ini sendiri sekarang punya penghitung sederhana: tulisan mana yang dibaca, per hari. Tanpa cookie, tanpa alamat IP, tanpa jenis peramban — cuma hitungan per judul.

Itu langkah kecil, dan sengaja bentuknya begitu: kami mau tahu apa yang berguna tanpa harus tahu siapa yang bacanya. Prinsip yang sama yang kami pakai di halaman depan.

Jadi tulisan yang kami mau tulis — yang isinya "ini fitur yang ternyata paling dipakai, dan ini yang kami kira penting padahal nggak" — bakal ditulis nanti, waktu angkanya beneran ada.

Sementara itu

Kalau kamu pakai Wizzy dan ada bagian yang kamu buka tiap hari, atau ada bagian yang kelihatannya penting tapi ternyata nggak pernah kamu sentuh, ceritain aja.

Firasat kami lagi nggak punya banyak pesaing, dan cerita satu orang yang beneran pakai itu masih lebih berharga daripada tebakan kami.

Bacaan lanjutan: kenapa kami nggak pakai React.