Skip to content
Blog

Coba hitung ulang biaya aplikasi kerja kamu

3 September 2026

Ini bukan tulisan yang ujungnya nyuruh kamu pindah ke sesuatu. Ini latihan sepuluh menit, dan hasilnya milik kamu sendiri.

Ambil kertas, atau buka catatan. Kita hitung dua hal.

Bagian 1: yang kelihatan

Tulis semua yang kamu bayar tiap bulan buat kerja. Semuanya, termasuk yang kamu lupa masih aktif.

  • Penyimpanan awan
  • Aplikasi catatan
  • Aplikasi manajemen tugas
  • Aplikasi desain
  • Langganan alat AI
  • Hosting, domain, email
  • Aplikasi yang dulu kamu coba dan belum sempat berhenti

Jumlahin. Kalikan dua belas.

Angka tahunannya biasanya yang bikin kaget, bukan angka bulanannya. Itu bukan kebetulan — harga bulanan emang dirancang biar terasa kecil, dan berhasil.

Sekarang tandai mana yang nggak kamu buka dalam 30 hari terakhir. Itu bagian yang paling penting dari latihan ini.

Bagian 2: yang nggak kelihatan

Bagian ini lebih susah dihitung tapi biasanya lebih besar. Perkirakan aja, nggak usah akurat.

Minggu lalu, berapa jam habis buat:

  • Nyari file atau chat yang kamu tahu ada
  • Ngerjain ulang sesuatu karena pakai versi lama
  • Jelasin hal yang sama ke orang kedua dan ketiga
  • Nyalin data dari satu aplikasi ke aplikasi lain, manual
  • Rapat yang isinya cuma saling ngasih kabar

Kalikan empat buat sebulan. Kalikan sama angka kasar berapa nilai satu jam kerja kamu.

Angka kedua ini nggak muncul di tagihan mana pun. Nggak ada yang ngirim invoice buat "revisi ulang 3 jam". Makanya nggak pernah masuk pertimbangan waktu kamu ragu bayar sesuatu seharga secangkir kopi.

Yang biasanya ketahuan

Tiga hal, dan biasanya minimal satu kena:

1. Ada langganan yang kamu bayar tapi nggak dipakai. Hampir semua orang punya. Bukan karena boros — karena model langganan otomatis emang nggak dirancang buat ngingetin kamu berhenti.

2. Biaya yang nggak kelihatan lebih besar dari yang kelihatan. Sering jauh lebih besar. Dan itu artinya optimasi yang paling menguntungkan bukan "cari yang lebih murah", tapi "kurangi tempat".

3. Sebagian aplikasi kamu bayar dua kali. Dua alat yang fungsinya tumpang tindih, dipakai setengah-setengah, dan nggak ada satu pun yang jadi tempat resmi.

Apa yang dilakukan sesudahnya

Terserah kamu. Tapi kalau boleh saran, urutannya begini:

Pertama, matiin yang nggak kepakai. Ini duit yang balik tanpa mengubah cara kerja sama sekali. Ambil yang gampang duluan.

Kedua, pilih satu tempat resmi buat status kerjaan. Bukan nambah alat — nunjuk salah satu dari yang udah ada, terus matiin sisanya. Ini yang nyerang angka kedua, yang lebih besar.

Ketiga, baru evaluasi harga. Setelah dua langkah di atas, kamu bakal punya gambaran jauh lebih jelas soal apa yang beneran kamu butuh, dan diskusi harga jadi lebih gampang.

Kenapa kami nulis ini

Wajar kalau kamu curiga: ini kan tulisan di blog produk berbayar.

Jadi kami buka aja. Kami untung kalau kamu ngambil langkah kedua dan tempat yang kamu pilih adalah Wizzy. Kami nggak untung apa-apa dari langkah pertama dan ketiga, dan dua-duanya tetap kami sarankan karena emang itu urutan yang masuk akal.

Dan kalau hasil hitungannya bilang kamu belum butuh apa-apa, itu jawaban yang sah. Latihan ini tetap berguna — sekarang keputusannya punya angka, bukan cuma perasaan.

Bacaan lanjutan: kenapa Wizzy nggak punya langganan otomatis dan biaya tersembunyi ngatur kerjaan lewat grup chat.